Jumat, 16 Maret 2012

Terapis Wicara ( Dwi Maryono, Amd.TW )

Dwi Maryono, Amd.TW
Sekilas Tentang Saya

       Saya adalah seorang terapis wicara yang berada di kota budaya Solo, tepatnya saya bekerja di sebuah instansi pemerintah yaitu di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi. Nama saya Dwi Maryono, Amd.TW. Sebelum saya bercerita banyak tentang peran saya dalam bidang terapi wicara, saya akan bercerita sedikit tentang diri saya. Saya lahir pada 18 Januari 1985, saya mengenyam pendidikan dasar(SD) selama 6 tahun, SMP selama 3 tahun, SMU selama 3 tahun dan kuliah selama 3 tahun. Saya masuk di perguruan tinggi tahun 2006 di Poltekkes Kemenkes Surakarta, saya lulus dari PT tahun 2009. Kemudian saya bekerja di SLBN Sragen sebagai terapis wicara, setelah itu saya keluar dari SLBN sragen dan melakukan home visit ke Pasien. Tahun 2011 tepatnya bulan april saya masuk di RSUD Dr. Moewardi sebagai terapis wicara.

Sebagai Terapis Wicara saya bekerja menangani berbagai gangguan bahasa bicara pada kasus anak dan dewasa. Kasus yang saya tangani antara lain gangguan bahasa, bicara, suara, irama kelancaran dan gangguan menelan. Pada anak kasus gangguan bahasa dan bicara bisa disebabkan karena kondisi Autism, Mental Retarded, Cerebral Palsy, ADHD, ADD, dan gangguan lain yang menyebabkan seorang anak mengalami keterlambatan perkembangan bahasa dan bicara. Pada kasus anak saya melakukan pendekatan-pendekatan yang tepat dalam memaksimalkan kemampuan bahasa dan bicara sesuai dengan asset yang masih dimiliki. 
Pada kasus dewasa gangguan bahasa dan bicara bisa disebabkan karena post stroke, post opperation, atau karena kecelakaan yang mengakibatkan pasien tidak mampu berkomunikasi dengan baik. 
Bagi anda yang membutuhkan pelayanan terapi wicara bisa langsung datang ke RSUD Dr. Moewardi atau hub. 0878 5831 2728

Jumat, 02 Maret 2012

Terapi Wicara

Terapi Wicara merupakan salah satu profesi di bidang kesehatan yang menangani berbagai masalah gangguan komunikasi. adapun bidang garap terapi wicara adalah
1. Bahasa
2. Bicara
3. Suara
4. Irama dan Kelancaran
5. Gangguan menelan

Sedangkan orang yang bekerja atau berprofesi dalam terapi wicara adalah terapis wicara. terapis wicara sendiri memiliki pengertian, seorang yang memiliki pendidikan sesuai bidangnya, bekerja pada pinsip-prinsip dimana timbul kesulitan berkomunikasi atau gangguan pada berbahasa dan berbicara bagi orang dewasa maupun anak-anak. Dimana gangguan tersebut bisa bersifat congenital (dari lahir) ataupun dapatan karena penyakit atau kecelakaan (aquired).

Beberapa tahun terakhir ini sudah banyak terapis wicara yang bekerja di lembaga-lembaga kesehatan baik itu milik pemerintah maupun swasta. Meskipun terapis wicara di Indonesia sangat banyak namun tidak menutup kemungkinan adanya terapis wicara palsu atau sering disebut ilegal.
Memang masih belum banyak dikenal tentang terapi wicara, namun yang perlu diketahui adalah kapan terapis wicara itu dibutuhkan??? nah disini akan sedikit dipaparkan. Terapis wicara dibutuhkan ketika ada yang mengalami gangguan bahasa dan bicara, pada kasus dewasa terapis wicara menangani gangguan wicara karena post sroke atau post operasi.
 Sedangkan pada anak-anak terapis wicara menangani gangguan wicara karena Mental Retarded, Cerebral Palsy, Down Syndrom, gangguan pendengaran, ADHD, ADD, Autism dan gangguan perkembangan lainya yang mengakibatkan terlambatnya perkembangn bahasa dan bicara anak tersebut.