Halaman

Rabu, 18 April 2012

Persaudaraan Setia Hati Terate Salah Satu Seni Budaya Asli Indonesia


 Indonesia merupakan Negara yang mempunyai banyak budaya dan suku bangsa. Setiap budaya akan menghasilkan karya budaya yang selalu dijaga dan dilestarikan sampai akhir jaman. Salah satu karya budaya yang khas dari Negara Indonesia adalah kesenian.
Kesenian tersebut tercurah dalam sebuah seni gerak dan keindahan yang mampu dipergunakan dalam menopang seni hidup yang menggerakanya. Disini akan dibahas tentang salah satu cabang kesenian yaitu seni pencak silat. Kata pencak silat tentu tidaklah asing bagi kita semua, bahkan dalam keseharian tanpa kita sadari kita selalu menggunakan pencak silat tersebut meski ada yang terlatih dan ada yang tidak terlatih.
Pencak silat sendiri memliki arti suatu gerakan yang indah dan terangkai guna untuk melindungi diri sendiri. Untuk mengenal pencak silat tentunya kita harus belajar tentang pencak silat itu apa. Ada banyak organisasi-organisasi yang berkecimpung dalam pengembangan budaya pencak silat.
Organisasi-organisasi itu diantara lain, Persaudaraan Setia Hati Terate, Ikatan Kelaurga Silat Pemuda Indonesia, PS Cempaka Putih, PSH Winongo, Merpati putih, Tapak Suci, Pagar Nusa dan masih banyak lagi. Nah disin akan dibahas salah satu dari organisasi tersebut yaitu Persaudaraan Setia Hati Terate.
Persaudaraan Setia Hati Terate berdiri di madiun pada tahun 1922, didirikan oleh Ki Hadjar Harjo Utomo sebagai penerus Ki Ageng Ngabehi Suro Diwiryo sang pendiri perguruan Setia Hati. Di PSHT diajarkan ilmu pencak silat dan kerohanian. PSHT memiliki 35 jurus dan 90 senam dasar yang didukung dengan kemampuan gerak lainya semisal kripen, toya, belati dan teknik bertarung. PSHT juga memiliki dasar ajaranya yaitu persaudaraan, kesenian, olah raga, bela diri dan kerohanian.

Pokok ajaran kerohanian PSHT
Tri Bakti
1.       Berbakti kepada tuhan YME
2.       Berbakti kepada orang tua
3.       Berbakti kepada guru (orang yang telah memberi  ilmu kebaikan)

Falsafah
Manusia dapat dihancurkan, manusia dapat dimatikan tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama masih setia pada hatinya

Tujuan
Mendidik manusia yang berbudi luhur tau benar dan salah

Semboyan
Musuh jangan dicari bila bertemu jangan lari berdasar berani karena benar dan takut karena salah

Adapun kalimat yang mengandung filosofi luhur dalam PSHT

1.       Suro Diro Joyo Ning Rat Lebur Dening Pangastuti
2.       Memayu Hayuning Bawono
3.       Sepiro Gedening Sengsoro Yen Tinompo Among Dadi Cobo
4.       Sopo Sing Suci Adoh Soko Beboyo Pati
5.       Nandur Pari Tukul Pari Nandur Rawe Tukul Rawe

Lambang PSHT


        Pencak silat sebenarnya sangatlah berguna dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berlatih pencak silat kita akan lebih mengetahui apa yang harus dilakukan dalam hidup ini serta akan lebih terkontrol keseimbangan raga dan jiwanya. 

Salam persaudaraan dan salam pencak silat indonesia


Sabtu, 14 April 2012

Metode Motokinestetik untuk Gangguan bicara akibat Gangguan pendengaran

Metode Motokinestetik untuk Disaudia

Disaudia adalah jenis gangguan bicara akibat adanya gangguan pendengaran yang
menyebabkan penderita mengalami kesulitan untuk menerima dan mengolah intensitas, nada,
kualitas bunyi bicara.
Etiologi :
Lesi pada saluran telinga bagian luar saluran pendengaran atau bagian tengah telinga dan adanya lesi pada
bagian dalam telinga atau susunan syaraf kedelapan (tuli sensorineural)
•masalah struktur, genetik, keracunan obat, ineksi, dan sindrome penyakit
Karakteristik :
•Kesalahan artikulasi dan fonasi
•Perubahan nada secara tiba-tiba
•Bersuara monoton dan bernada tinggi
•Tidak mengenal lagu
•Tidak mengenal kalimat tanya, kalimat penegasan, makna tanda seru dalam kalimat
  
Metode
Metode artikulasi motokinestetik adalah metode artikulasi yang penerapanya langsung digerakan secara
eksternal pada bagian mulut, rahang, dan leher oleh terapis wicara. 
Prosedur :
  • Manipulasi dari terapis dan produksi bunyi
  • Pasien memproduksi kembali gerakan artikulasi melalui rasa gerak
  • Rasa gerak yang positif dan umpan balik taktil yang dilakukan oleh terapis akan dapat memanipulasi artikulator pasien (Sommers & Kane, 1974)
Tujuan 

Metode motokinestetik adalah untuk mencegah pembelajaran artikulasi yang salah dan untuk memperbaiki artikulasi yang salah (William & Wilkins 1987).

Materi Terapi
Materi terapi yang akan diterapkan kepada pasien selama proses terapi 
  1. latihan meniup
  2. latihan pengucapan fonem  
  3. latihan pengucapan monosilabel 
  4. latihan penggabungan fonem dengan vocal

Alat Terapi
  1. Alat yang digunakan dalam proses terapi adalah 
  2. alat tiup seperti lilin
  3. baby oil untuk massage supaya otot-otot bibir mudah bergerak 
  4. kartu abjad fonem 

Disaudia (kesimpulan)
•Kesalahan artikulasi
•Terdapat kesalahan dalam penggunaan fonasi, intensitasnya makin lama makin berkurang,
•Nadanya cenderung tinggi
•Seringkali terjadi perubahan nada secara tiba-tiba
•Penggunaan kata-kata terbatas
•Pembendaharaan kata terbatas
•Pembendaharaan bahasa relatif kurang baik terutama untuk objek-objek abstrak
•Struktur kalimatnya sederhana,

Saran :
Keluarga
Memberikan dukungan atau support untuk pasien dengan memotivasi dan meminimalkan penggunaan
bahasa isyarat
Terapis
Terapis harus memahami kondisi pasien dan memberikan treatment sesuai permasalahan atau kesulitan yang
dialami oleh pasien yang disertai dengan memaksimalkan aset yang dimiliki
 
 

Gangguan Bicara dan Syaraf yang Berperan Didalamnya

Gangguan Bicara dan Syaraf yang Berperan Didalamnya

          Gangguan bicara merupakan salah satu hambatan dalam berkomunikasi. Apabila mengalami gangguan bicara seseorang akan kesulitan bahkan tidak mampu untuk mengungkapkan ide-ide yang ada dalam pikiranya. Dengan keadaan seperti itu tidak menutup kemungkinan penderita gangguan bicara bias mengalami strees atau jelasnya akan mengalami keterpurukan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. 
      Gangguan bicara bias disebabkan karena sakit, benturan atau karena penyebab lain yang mengakibatkan organ oral motor tidak mampu berfungsi sebagaimana mestinya. Kalau mengalami gangguan seperti diatas maka solusinya adalah konsultasi ke dokter syaraf yang kemudian nanti akan dilanjutkan dengan latihan pengembalian fungsi bicaranya atau rehabilitasi oleh terapi wicara.

Yang perlu kita ketahui bahwa ada syaraf yang berpengaruh dalam proses berbicara diantaranya :

1.   Nervus Trigeminus (N.5)
Syaraf ini menggerakan beberapa otot yang mengatur gerakan rahang bawah dan dengan demikian penting untuk mengunyah dan berbicara

2.   Nervus Facialis (N.7)
Syaraf ini mengatur motorik muka, otot-otot lingkar mata dan mulut,dan otot pipi, syaraf ini penting untuk akan dan bicara

3.   Nervus Gloso-Faringus (N.9)
Syaraf ini mengatur sebagian motorik faring : mengangkat dan memperbesar faring

4.   Nervus Fagus (N.10)
Syaraf ini mengatur velum, faring, dan laring. Syaraf ini penting untuk menelan dan bicara. Juga mengatur organ-organ di perut dan di dada, hingga juga penting untuk pernafasan

5.  Nervus Hipoglosus (N.12)
Syaraf ini mengatur motorik lidah (semua otot lidah diatur syaraf ini)

Dalam disiplin ilmu terapi wicara gangguan bicara karena kelemahan atau kerusakan pada syaraf-syaraf diatas disebut Disartria.