Rabu, 26 September 2012

Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Ngrambe

Dwi Maryono
 Salam Persaudaraan     

      Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Ngrambe merupakan salah satu ranting PSHT dari cabang Ngawi, Jawa Timur. Banyak kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh ranting tersebut. Misalnya latihan persamaan rutin tiap bulan, latihan bersama, dan test kenaikan tingkatan tiap periode yang telah ditentukan. Seperti ranting-anting yang lain, PSHT Ranting Ngrambe memiliki sub rayon latihan yang tersebar di seluruh penjuru kecamatan Ngrambe, Ngawi, Jawa Timur. 
        Di tiap sub latihan pun kegiatanya bermacam-macam. Ada yang memiliki jadwal latihan seminggu 2 kali ada juga yang 3 kali. Dalam latihan tersebut ditekankan pada pendidikan budi pekerti seperti yang tersurat pada tujuan luhur PSHT yaitu Mendidik Manusia yang Berbudi Luhur Tahu Benar dan Salah. Selain itu pendidikan fisik berupa Senam Dasar, Jurus, Toya, Belati dan Sambung (fighting evaluation).

Berikut ini contoh kegiatan di ranting Ngrambe































Rabu, 18 April 2012

Persaudaraan Setia Hati Terate Salah Satu Seni Budaya Asli Indonesia


 Indonesia merupakan Negara yang mempunyai banyak budaya dan suku bangsa. Setiap budaya akan menghasilkan karya budaya yang selalu dijaga dan dilestarikan sampai akhir jaman. Salah satu karya budaya yang khas dari Negara Indonesia adalah kesenian.
Kesenian tersebut tercurah dalam sebuah seni gerak dan keindahan yang mampu dipergunakan dalam menopang seni hidup yang menggerakanya. Disini akan dibahas tentang salah satu cabang kesenian yaitu seni pencak silat. Kata pencak silat tentu tidaklah asing bagi kita semua, bahkan dalam keseharian tanpa kita sadari kita selalu menggunakan pencak silat tersebut meski ada yang terlatih dan ada yang tidak terlatih.
Pencak silat sendiri memliki arti suatu gerakan yang indah dan terangkai guna untuk melindungi diri sendiri. Untuk mengenal pencak silat tentunya kita harus belajar tentang pencak silat itu apa. Ada banyak organisasi-organisasi yang berkecimpung dalam pengembangan budaya pencak silat.
Organisasi-organisasi itu diantara lain, Persaudaraan Setia Hati Terate, Ikatan Kelaurga Silat Pemuda Indonesia, PS Cempaka Putih, PSH Winongo, Merpati putih, Tapak Suci, Pagar Nusa dan masih banyak lagi. Nah disin akan dibahas salah satu dari organisasi tersebut yaitu Persaudaraan Setia Hati Terate.
Persaudaraan Setia Hati Terate berdiri di madiun pada tahun 1922, didirikan oleh Ki Hadjar Harjo Utomo sebagai penerus Ki Ageng Ngabehi Suro Diwiryo sang pendiri perguruan Setia Hati. Di PSHT diajarkan ilmu pencak silat dan kerohanian. PSHT memiliki 35 jurus dan 90 senam dasar yang didukung dengan kemampuan gerak lainya semisal kripen, toya, belati dan teknik bertarung. PSHT juga memiliki dasar ajaranya yaitu persaudaraan, kesenian, olah raga, bela diri dan kerohanian.

Pokok ajaran kerohanian PSHT
Tri Bakti
1.       Berbakti kepada tuhan YME
2.       Berbakti kepada orang tua
3.       Berbakti kepada guru (orang yang telah memberi  ilmu kebaikan)

Falsafah
Manusia dapat dihancurkan, manusia dapat dimatikan tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama masih setia pada hatinya

Tujuan
Mendidik manusia yang berbudi luhur tau benar dan salah

Semboyan
Musuh jangan dicari bila bertemu jangan lari berdasar berani karena benar dan takut karena salah

Adapun kalimat yang mengandung filosofi luhur dalam PSHT

1.       Suro Diro Joyo Ning Rat Lebur Dening Pangastuti
2.       Memayu Hayuning Bawono
3.       Sepiro Gedening Sengsoro Yen Tinompo Among Dadi Cobo
4.       Sopo Sing Suci Adoh Soko Beboyo Pati
5.       Nandur Pari Tukul Pari Nandur Rawe Tukul Rawe

Lambang PSHT


        Pencak silat sebenarnya sangatlah berguna dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berlatih pencak silat kita akan lebih mengetahui apa yang harus dilakukan dalam hidup ini serta akan lebih terkontrol keseimbangan raga dan jiwanya. 

Salam persaudaraan dan salam pencak silat indonesia


Sabtu, 14 April 2012

Metode Motokinestetik untuk Gangguan bicara akibat Gangguan pendengaran

Metode Motokinestetik untuk Disaudia

Disaudia adalah jenis gangguan bicara akibat adanya gangguan pendengaran yang
menyebabkan penderita mengalami kesulitan untuk menerima dan mengolah intensitas, nada,
kualitas bunyi bicara.
Etiologi :
Lesi pada saluran telinga bagian luar saluran pendengaran atau bagian tengah telinga dan adanya lesi pada
bagian dalam telinga atau susunan syaraf kedelapan (tuli sensorineural)
•masalah struktur, genetik, keracunan obat, ineksi, dan sindrome penyakit
Karakteristik :
•Kesalahan artikulasi dan fonasi
•Perubahan nada secara tiba-tiba
•Bersuara monoton dan bernada tinggi
•Tidak mengenal lagu
•Tidak mengenal kalimat tanya, kalimat penegasan, makna tanda seru dalam kalimat
  
Metode
Metode artikulasi motokinestetik adalah metode artikulasi yang penerapanya langsung digerakan secara
eksternal pada bagian mulut, rahang, dan leher oleh terapis wicara. 
Prosedur :
  • Manipulasi dari terapis dan produksi bunyi
  • Pasien memproduksi kembali gerakan artikulasi melalui rasa gerak
  • Rasa gerak yang positif dan umpan balik taktil yang dilakukan oleh terapis akan dapat memanipulasi artikulator pasien (Sommers & Kane, 1974)
Tujuan 

Metode motokinestetik adalah untuk mencegah pembelajaran artikulasi yang salah dan untuk memperbaiki artikulasi yang salah (William & Wilkins 1987).

Materi Terapi
Materi terapi yang akan diterapkan kepada pasien selama proses terapi 
  1. latihan meniup
  2. latihan pengucapan fonem  
  3. latihan pengucapan monosilabel 
  4. latihan penggabungan fonem dengan vocal

Alat Terapi
  1. Alat yang digunakan dalam proses terapi adalah 
  2. alat tiup seperti lilin
  3. baby oil untuk massage supaya otot-otot bibir mudah bergerak 
  4. kartu abjad fonem 

Disaudia (kesimpulan)
•Kesalahan artikulasi
•Terdapat kesalahan dalam penggunaan fonasi, intensitasnya makin lama makin berkurang,
•Nadanya cenderung tinggi
•Seringkali terjadi perubahan nada secara tiba-tiba
•Penggunaan kata-kata terbatas
•Pembendaharaan kata terbatas
•Pembendaharaan bahasa relatif kurang baik terutama untuk objek-objek abstrak
•Struktur kalimatnya sederhana,

Saran :
Keluarga
Memberikan dukungan atau support untuk pasien dengan memotivasi dan meminimalkan penggunaan
bahasa isyarat
Terapis
Terapis harus memahami kondisi pasien dan memberikan treatment sesuai permasalahan atau kesulitan yang
dialami oleh pasien yang disertai dengan memaksimalkan aset yang dimiliki
 
 

Gangguan Bicara dan Syaraf yang Berperan Didalamnya

Gangguan Bicara dan Syaraf yang Berperan Didalamnya

          Gangguan bicara merupakan salah satu hambatan dalam berkomunikasi. Apabila mengalami gangguan bicara seseorang akan kesulitan bahkan tidak mampu untuk mengungkapkan ide-ide yang ada dalam pikiranya. Dengan keadaan seperti itu tidak menutup kemungkinan penderita gangguan bicara bias mengalami strees atau jelasnya akan mengalami keterpurukan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. 
      Gangguan bicara bias disebabkan karena sakit, benturan atau karena penyebab lain yang mengakibatkan organ oral motor tidak mampu berfungsi sebagaimana mestinya. Kalau mengalami gangguan seperti diatas maka solusinya adalah konsultasi ke dokter syaraf yang kemudian nanti akan dilanjutkan dengan latihan pengembalian fungsi bicaranya atau rehabilitasi oleh terapi wicara.

Yang perlu kita ketahui bahwa ada syaraf yang berpengaruh dalam proses berbicara diantaranya :

1.   Nervus Trigeminus (N.5)
Syaraf ini menggerakan beberapa otot yang mengatur gerakan rahang bawah dan dengan demikian penting untuk mengunyah dan berbicara

2.   Nervus Facialis (N.7)
Syaraf ini mengatur motorik muka, otot-otot lingkar mata dan mulut,dan otot pipi, syaraf ini penting untuk akan dan bicara

3.   Nervus Gloso-Faringus (N.9)
Syaraf ini mengatur sebagian motorik faring : mengangkat dan memperbesar faring

4.   Nervus Fagus (N.10)
Syaraf ini mengatur velum, faring, dan laring. Syaraf ini penting untuk menelan dan bicara. Juga mengatur organ-organ di perut dan di dada, hingga juga penting untuk pernafasan

5.  Nervus Hipoglosus (N.12)
Syaraf ini mengatur motorik lidah (semua otot lidah diatur syaraf ini)

Dalam disiplin ilmu terapi wicara gangguan bicara karena kelemahan atau kerusakan pada syaraf-syaraf diatas disebut Disartria.

Jumat, 16 Maret 2012

Terapis Wicara ( Dwi Maryono, Amd.TW )

Dwi Maryono, Amd.TW
Sekilas Tentang Saya

       Saya adalah seorang terapis wicara yang berada di kota budaya Solo, tepatnya saya bekerja di sebuah instansi pemerintah yaitu di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi. Nama saya Dwi Maryono, Amd.TW. Sebelum saya bercerita banyak tentang peran saya dalam bidang terapi wicara, saya akan bercerita sedikit tentang diri saya. Saya lahir pada 18 Januari 1985, saya mengenyam pendidikan dasar(SD) selama 6 tahun, SMP selama 3 tahun, SMU selama 3 tahun dan kuliah selama 3 tahun. Saya masuk di perguruan tinggi tahun 2006 di Poltekkes Kemenkes Surakarta, saya lulus dari PT tahun 2009. Kemudian saya bekerja di SLBN Sragen sebagai terapis wicara, setelah itu saya keluar dari SLBN sragen dan melakukan home visit ke Pasien. Tahun 2011 tepatnya bulan april saya masuk di RSUD Dr. Moewardi sebagai terapis wicara.

Sebagai Terapis Wicara saya bekerja menangani berbagai gangguan bahasa bicara pada kasus anak dan dewasa. Kasus yang saya tangani antara lain gangguan bahasa, bicara, suara, irama kelancaran dan gangguan menelan. Pada anak kasus gangguan bahasa dan bicara bisa disebabkan karena kondisi Autism, Mental Retarded, Cerebral Palsy, ADHD, ADD, dan gangguan lain yang menyebabkan seorang anak mengalami keterlambatan perkembangan bahasa dan bicara. Pada kasus anak saya melakukan pendekatan-pendekatan yang tepat dalam memaksimalkan kemampuan bahasa dan bicara sesuai dengan asset yang masih dimiliki. 
Pada kasus dewasa gangguan bahasa dan bicara bisa disebabkan karena post stroke, post opperation, atau karena kecelakaan yang mengakibatkan pasien tidak mampu berkomunikasi dengan baik. 
Bagi anda yang membutuhkan pelayanan terapi wicara bisa langsung datang ke RSUD Dr. Moewardi atau hub. 0878 5831 2728

Jumat, 02 Maret 2012

Terapi Wicara

Terapi Wicara merupakan salah satu profesi di bidang kesehatan yang menangani berbagai masalah gangguan komunikasi. adapun bidang garap terapi wicara adalah
1. Bahasa
2. Bicara
3. Suara
4. Irama dan Kelancaran
5. Gangguan menelan

Sedangkan orang yang bekerja atau berprofesi dalam terapi wicara adalah terapis wicara. terapis wicara sendiri memiliki pengertian, seorang yang memiliki pendidikan sesuai bidangnya, bekerja pada pinsip-prinsip dimana timbul kesulitan berkomunikasi atau gangguan pada berbahasa dan berbicara bagi orang dewasa maupun anak-anak. Dimana gangguan tersebut bisa bersifat congenital (dari lahir) ataupun dapatan karena penyakit atau kecelakaan (aquired).

Beberapa tahun terakhir ini sudah banyak terapis wicara yang bekerja di lembaga-lembaga kesehatan baik itu milik pemerintah maupun swasta. Meskipun terapis wicara di Indonesia sangat banyak namun tidak menutup kemungkinan adanya terapis wicara palsu atau sering disebut ilegal.
Memang masih belum banyak dikenal tentang terapi wicara, namun yang perlu diketahui adalah kapan terapis wicara itu dibutuhkan??? nah disini akan sedikit dipaparkan. Terapis wicara dibutuhkan ketika ada yang mengalami gangguan bahasa dan bicara, pada kasus dewasa terapis wicara menangani gangguan wicara karena post sroke atau post operasi.
 Sedangkan pada anak-anak terapis wicara menangani gangguan wicara karena Mental Retarded, Cerebral Palsy, Down Syndrom, gangguan pendengaran, ADHD, ADD, Autism dan gangguan perkembangan lainya yang mengakibatkan terlambatnya perkembangn bahasa dan bicara anak tersebut.